Pemilu merupakan salah satu usaha untuk memengaruhi rakyat secara persuasif (tidak memaksa) dengan melakukan kegiatan retorika, public relations, komunikasi massa, lobby dan lain-lain kegiatan.[rujukan?] Meskipun agitasi dan propaganda di Negara demokrasi sangat dikecam, namun dalam kampanye pemilihan umum, teknik agitasi dan teknik propaganda banyak juga dipakaioleh para kandidat atau politikus selalu komunikator politik.[1]
Dalam Pemilu, para pemilih dalam Pemilu juga disebut konstituen, dan kepada merekalah para peserta Pemilu menawarkan janji-janji dan program-programnya pada masa kampanye.[rujukan?] Kampanye dilakukan selama waktu yang telah ditentukan, menjelang hari pemungutan suara.[rujukan?]
Setelah pemungutan suara dilakukan, proses penghitungan dimulai.[rujukan?] Pemenang Pemilu ditentukan oleh aturan main atau sistem penentuan pemenang yang sebelumnya telah ditetapkan dan disetujui oleh para peserta, dan disosialisasikan ke para pemilih.[rujukan?]
Pemilih Pertama Antusias
Dinkominfo – Kementrian Komunikasi dan Informasi
(Kemkominfo) Republik Indonesia bekerja sama dengan Dinas Komunikasi dan
Informasi (Diskominfo) Pemerintah Kota Surabaya selenggarakan diskusi
publik dan launching buku “Bangga Menjadi Pemilih Pemula” hari ini
(15/5). Bertempat di Grand Ballroom, Hotel Mercure Surabaya acara
tersebut dihadiri oleh ratusan peserta dari siswa SMA sederajat, orang
tua, guru, LSM dan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) terkait.
Materi terkait pemilihan umum bagi pemilih pemula disampaikan oleh tiga pemateri. Mereka adalah Arief Budiman, Anggota KPU Pusat, Gamari, Anggota Komisi II DPR RI, dan Siti Zuhro, Peneliti Senior Bidang Politik LIPI.
Freddy H. Tulung, Dirjen Informasi dan Komunikasi Publik, Kemkominfo mengatakan, melalui acara ini diharapkan ada partisipasi dari orang tua, siswa dan lembaga swadaya masyarakat (LSM). Ia menambahkan, terkait pemilihan umum Kemenkominfo membangun infrastruktur komunikasi, pengembangan piranti lunak dan diseminasi informasi.
Irvan Dani Ananda, Kepala Bidang Sarana Komunikasi dan Diseminasi Informasi, Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Surabaya mengatakan, melalui diskusi seperti ini diharapkan menumbuhkan kesadaran politik bagi pemilih pemula. Menurutnya, pemilih pemula dituntut berpikir cerdas untuk memilih kandidat dan tidak terhasut politik uang.
Buku Bangga Menjadi Pemilih Pemula dibagikan kepada tiap peserta. Peserta begitu antusias dengan diskusi tersebut. Terlihat tiap sesi tanya jawab didominasi oleh pertanyaan dari para peserta yang masih usia sekolah. (pri)
Sumber : http://animasiyouknow.blogspot.com/2013/11/bangga-sebagai-pemilih-pemulah.html
Materi terkait pemilihan umum bagi pemilih pemula disampaikan oleh tiga pemateri. Mereka adalah Arief Budiman, Anggota KPU Pusat, Gamari, Anggota Komisi II DPR RI, dan Siti Zuhro, Peneliti Senior Bidang Politik LIPI.
Freddy H. Tulung, Dirjen Informasi dan Komunikasi Publik, Kemkominfo mengatakan, melalui acara ini diharapkan ada partisipasi dari orang tua, siswa dan lembaga swadaya masyarakat (LSM). Ia menambahkan, terkait pemilihan umum Kemenkominfo membangun infrastruktur komunikasi, pengembangan piranti lunak dan diseminasi informasi.
Irvan Dani Ananda, Kepala Bidang Sarana Komunikasi dan Diseminasi Informasi, Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Surabaya mengatakan, melalui diskusi seperti ini diharapkan menumbuhkan kesadaran politik bagi pemilih pemula. Menurutnya, pemilih pemula dituntut berpikir cerdas untuk memilih kandidat dan tidak terhasut politik uang.
Buku Bangga Menjadi Pemilih Pemula dibagikan kepada tiap peserta. Peserta begitu antusias dengan diskusi tersebut. Terlihat tiap sesi tanya jawab didominasi oleh pertanyaan dari para peserta yang masih usia sekolah. (pri)
Sumber : http://animasiyouknow.blogspot.com/2013/11/bangga-sebagai-pemilih-pemulah.html

Tidak ada komentar:
Posting Komentar