Teknologi
informasi, komunikasi dan komputer merupakan elemen penting dalam kehidupan
Masyarakat berbangsa dan bernegara. Peranan teknologi pada aktivitas manusia
pada saat ini mememang begitu besar,teknologi informasi telah menjadi fasilitas
utama bagi kegiatan berbagai sektor kehidupan masyarakat dimana memberikan
angin besar terhadap perubahan-perubahan yang mendasar pada struktur operasi
dan manajeman organisasi, pendidikan, transportasi, kesehatan dan penelitian. Oleh
karena itu sangatlah penting peningkatan kemampuan( SDM ) TIK,mulai dari
keterampilan dan pengetahuan, perencanaan, pengoperasian, perawatan dan
pengawasan, serta peningkatan kemampuan TIK para pimpianan di lembaga
pemerinthan, pendidikan, perusahaan . sehingga pada akhirnya akan dihasilkan
output (hasil proses) yang sangat bermanfaat baik bagi manusia sebagai individu
itu sendirir maupun bagi semua sektor kehidupan masyarakat berbangsa dan
bernegara.
Berikut ini Dampak Positif dan Negatif dari Teknologi Informasi, Komputer, & Komunikasi di Masyarakat.
Dampak positif
A.Teknologi komputer
1.Media pertukaran data lebih mudah, dengan
menggunakan email,Newsgroup,ftp dan world wide web / jaringan situs-situs web)
para pengguna internet di seluruh dunia dapat saling bertukar informasi dengan
cepat dengan murah.
2.dengan komputer kita bisa internetan dan dapat menghemat biaya,tenaga yang
dikeluarkan bila dibandingkan dengan bertukar informasi,pengiriman, melalui pos
surat dan jasa pengiriman lainya
B.Teknologi informasi
1.Informasi yang
disampaikan lebih up to date dan akurat karena prosesnya lebih cepat
2.Kemudahan memproleh informasi yang ada di internet sehingga manusia tahu apa
saja yang terjadi di seluruh dunia
C.Teknologi komunikasi
1.Kemudhan bertransaksi
dan berbisnis dalam bidang perdagangan sehingga tidak perlu pergi menuju ke
tempat penawaran/penjualan
2.Komunikasi/interaksi jarak jauh pun menjadi sangat cepat dan mudah
Dampak Negatif
A.Teknologi komputer
1.bahayanya pornografi,dan
anak anak juga bisa dengan mudahnya melihat film dewasa itu
2.adanya penipuan dan perjudian di online
3.membuat organ-organ tubhu rusak karena terkena radiasi berlama lama di depan
layar
B.Teknologi informasi
1.dengan kemudhan
internet manusia lebih praktis dan mengakitbatkan kemalasan,karena tidak ingin
berusaha.
2.bahaya untuk kejahatan dan penipuan diinternet dimana mana yang paling
banyak melakukan kejahatan dengan cara
JUAL DAN BELI ONLINE
C.Teknologi Komunikasi1.Adanya penurunanMoral pada bangsa dan negara untukberinteraksi2.dan membuat orang menjadi malas untuk berkomunikasi secara langsung
Jumat, 09 Mei 2014
Jumat, 02 Mei 2014
Algoritma Penjadwalan CPU
Algoritma Penjadwalan CPU - Penjadwalan CPU adalah permasalahan menentukan proses mana pada ready queue yang dialokasikan ke CPU. Terdapat beberapa algoritma penjadwalan CPU, diantaranya :
- Algoritma Penjadwalan First Come, First Served (FIFO).
- Algoritma Penjadwalan Shortest Job First.
- Algoritma Penjadwalan Priority Schedulling (jadwal prioritas).
- Algoritma Penjadwalan Round Robin.
Setiap algoritma diukur “turnaround time” dan “waiting time” untuk membandingkan performansi dengan algoritma lain. Dan untuk mengukur turnaround time dan waiting time, digunakan “Gant Chart” . CPU time (Burst Time) membutuhkan semua proses diasumsikan diketahui. Arrival time untuk setiap proses pada ready queue diasumsikan diketahui.
- Algoritma Penjadwalan First Come, First Served (FCFS)
Proses yang pertama kali meminta jatah waktu untuk menggunakan CPU akan dilayani terlebih dahulu. Dan rata-rata waktu tunggu (Average waiting time) cukup tinggi.
Algoritma penjadwalan FCFS merupakan salah satu strategi penjadwalan non-Preemptive karena sekali CPU dialokasikan pada suatu proses, maka proses tersebut akan tetap memakai CPU sampai proses tersebut melepaskannhya, yaitu jika proses berhenti atau meminta I/O. Kelemahan dari Algoritma penjadwalan ini adalah adanya convoy effect.
skema proses yang meminta CPU mendapat prioritas. Implementasi dari FCFS mudah diatasi dengan FIFO queue. Contoh :
urutan kedatangan adalah P1, P2, P3
Gant Chart ini adalah :
Waiting time for P1 = 0; P2 = 24; P3 = 27
Average waiting time: (0 + 24 + 27)/3 = 17
misal proses dibalik sehingga urutan kedatangan adalah P2, P3, P1. Gant Chartnya adalah :
- Algoritma Shortest Job First Scheduler
Algoritma ini digunakan ketika CPU bebas proses yang mempunyai waktu terpendek untuk menyelesaikannya mendapat prioritas. Seandainya dua proses atau lebih mempunyai waktu yang sama maka FCFS algoritma digunakan untuk menyelsaikan masalah tersebut.
Prinsip algoritma penjadwalan ini adalah, proses yang memiliki CPU burst paling kecil dilayani terlebih dahulu. Oleh karena itu, algoritma ini optimal jika digunakan, tetapi sulit untuk diimplementasikan karena sulit mengetahui CPU burst selanjutnya.
Ada dua skema dalam SJFS ini yaitu:
- Non premptive— ketika CPU memberikan kepada proses itu tidak bisa ditunda hingga selesai.
- premptive— bila sebuah proses datang dengan waktu proses lebih rendah dibandingkan dengan waktu proses yang sedang dieksekusi oleh CPU maka proses yang waktunya lebih rendah mendapatkan prioritas. Skema ini disebut juga Short – Remaining Time First (SRTF). Contoh :
Average waiting time = (0 + 6 + 3 + 7)/4 = 4
Contoh SJF Primtive
SJF algoritma mungkin adalah yang paling optimal, karena ia memberikan rata-rata minimum waiting untuk kumpulan dari proses yang mengantri.
Average waiting time = (9 + 1 + 0 +2)/4 = 3
- Algoritma Penjadwalan Priority Schedulling (jadwal prioritas)
Penjadualan SJF (Shortest Job First) adalah kasus khusus untuk algoritma penjadual Prioritas. Prioritas dapat diasosiasikan masing-masing proses dan CPU dialokasikan untuk proses dengan prioritas tertinggi. Untuk proritas yang sama dilakukan dengan FCFS.
Ada pun algoritma penjadual prioritas adalah sebagai berikut:
• Setiap proses akan mempunyai prioritas (bilangan integer). Beberapa sistem menggunakan integer dengan urutan kecil untuk proses dengan prioritas rendah, dan sistem lain juga bisa menggunakan integer urutan kecil untuk proses dengan prioritas tinggi. Tetapi dalam teks ini diasumsikan bahwa integer kecil merupakan prioritas tertinggi.
• CPU diberikan ke proses dengan prioritas tertinggi (integer kecil adalah prioritas tertinggi).
• Dalam algoritma ini ada dua skema yaitu:
1. Preemptive: proses dapat di interupsi jika terdapat prioritas lebih tinggi yang memerlukan CPU.
2. Nonpreemptive: proses dengan prioritas tinggi akan mengganti pada saat pemakain time-slice habis.
• SJF adalah contoh penjadual prioritas dimana prioritas ditentukan oleh waktu pemakaian CPU berikutnya. Permasalahan yang muncul dalam penjadualan prioritas adalah indefinite blocking atau starvation.
• Kadang-kadang untuk kasus dengan prioritas rendah mungkin tidak pernah dieksekusi. Solusi untuk algoritma penjadual prioritas adalah aging.
• Prioritas akan naik jika proses makin lama menunggu waktu jatah CPU.
Contoh Priority:
- Algoritma Penjadwalan Round Robin.
Algoritma Round Robin (RR) dirancang untuk sistem time sharing. Algoritma ini mirip dengan penjadual FCFS, namun preemption ditambahkan untuk switch antara proses. Antrian ready diperlakukan atau dianggap sebagai antrian sirkular. CPU mengelilingi antrian ready dan mengalokasikan masing-masing proses untuk interval waktu tertentu sampai satu time slice/ quantum.
Berikut algoritma untuk penjadual Round Robin:
• Setiap proses mendapat jatah waktu CPU (time slice/ quantum) tertentu Time slice/quantum umumnya antara 10 – 100 milidetik.
- Setelah time slice/ quantum maka proses akan di-preempt dan dipindahkan ke antrian ready.
- Proses ini adil dan sangat sederhana.
• Jika terdapat n proses di “antrian ready” dan waktu quantum q (milidetik), maka:
- Maka setiap proses akan mendapatkan 1/n dari waktu CPU.
- Proses tidak akan menunggu lebih lama dari: (n-1)q time units.
• Kinerja dari algoritma ini tergantung dari ukuran time quantum.
- Time Quantum dengan ukuran yang besar maka akan sama dengan FCFS.
- Time Quantum dengan ukuran yang kecil maka time quantum harus diubah ukurannya lebih besar dengan respek pada alih konteks sebaliknya akan memerlukan ongkos yang besar. Contoh :
- Tipikal: lebih lama waktu rata-rata turnaround dibandingkan SJF, tapi mempunyai response terhadap user lebih cepat
CONTOH VIDEO ALGORITMA PENJADWALAN CPU
Senin, 21 April 2014
Sistem File pada Windows dan Linux
helloww,.,.tugas
ae dh ciap ne,.,..tak apalah di posting jua,.siapa tau ada kawan yang
belum dapet,.,.
Jenis-jenis File Sistem Pada Windows dan Linux
1.File sistem pada Windows
File
sistem merupakan struktur logika yang digunakan untuk mengendalikan
akses terhadap data yang ada pada disk. File sistem berfungsi untuk
menyediakan mekanisme untuk penyimpanan data dan program yang dimiliki
oleh sistem operasi serta seluruh pengguna dari sistem komputer.
Ada dua bagian pada file sistem, yaitu:
1. Kumpulan file yang masing-masingnya menyimpan data-data yang berhubungan.
2. Struktur direktori yang mengorganisasi dan menyediakan informasi mengenai seluruh file dalam sistem.
Semua
sistem operasi mulai dari DOS, Windows, Macintosh dan turunan UNIX
memiliki sistem berkas sendiri untuk meletakkan file dalam sebuah
struktur hirarki. Contoh dari sistem berkas termasuk di dalamnya FAT,
NTFS, HFS dan HFS+, EXT2, EXT3, ISO 9660, ODS-5, dan UDF. Beberapa
sistem berkas antara lain juga journaling file system atau versioning
file system, sistem berkas juga menentukan konvensi penamaan berkas dan
peletakan berkas pada stuktur direktori.
Berikut ini adalah 3 jenis penamaan file sistem pada Windows:
1. FAT16 (File Allocation Table)
FAT16
dikenalkan oleh MS-DOS pada tahun 1981. Awalnya, Sistem ini di design
untuk mengatur file di floopy drive dan mengalami beberapa kali
perubahan sehingga digunakan untuk mengatur file di harddisk. FAT16
adalah sistem berkas yang menggunakan unit alokasi yang memiliki batas
hingga 16-bit, sehingga dapat menyimpan hingga 216 unit alokasi (65536
buah). Sistem berkas ini memiliki batas kapasitas hingga ukuran 4
Gigabyte saja. Ukuran unit alokasi yang digunakan oleh FAT16 bergantung
pada kapasitas partisi yang akan hendak diformat.
Kelebihan :
FAT16
adalah sebuah file system yang kompatibel hampir di semua Operating
System baik itu Windows 95/98/me, OS/2 , Linux dan bahkan Unix.
Kekurangan :
FAT16
mempunyai kapasitas tetap jumlah cluster dalam partisi, jadi semakin
besar Harddisk maka ukuran cluster akan semakin besar, artinya file
sekecil apapun tetap akan memakan 32Kb dari harddisk. Hal jelek lain
adalah FAT16 tidak mendukung kompresi, enkripsi dan kontrol akses dalam
partisi. FAT16 adalah sistem berkas yang menggunakan unit alokasi yang
memiliki batas hingga 16-bit, sehingga dapat menyimpan hingga 216 unit
alokasi (65536 buah). Sistem berkas ini memiliki batas kapasitas hingga
ukuran 4 Gigabyte saja disamping itu ukuran unit alokasi yang digunakan
oleh FAT16 bergantung pada kapasitas partisi yang hendak diformat
misalnya jika ukuran partisi kurang dari 16 Megabyte, maka Windows akan
menggunakan sistem berkas FAT12, dan jika ukuran partisi lebih besar
dari 16 Megabyte, maka Windows akan menggunakan sistem berkas FAT16.
2. FAT32 (File Allocation Table)
FAT32
mulai di kenal pada tahun 1976 dan digunakan pada sistem operasi
Windows 95 SP2, dan merupakan pengembangan lanjutan dari FAT16. Karena
menggunakan tabel alokasi berkas yang besar (32-bit), FAT32 secara
teoritis mampu mengalamati hingga 232 unit alokasi (4294967296 buah).
Meskipun demikian, dalam implementasinya, jumlah unit alokasi yang dapat
dialamati oleh FAT32 adalah 228 (268435456 buah).
Kelebihan :
FAT32
menawarkan kemampuan menampung jumlat cluster yang lebih besar dalam
partisi. Selain itu juga mengembangkan kemampuan harddisk menjadi lebih
baik dibanding FAT16.
Kelemahan :
Namun
FAT32 memiliki kelemahan yang tidak di miliki FAT16 yaitu terbatasnya
sistem operasi yang bisa mengenal FAT32. Tidak seperti FAT16 yang bisa
dikenal oleh hampir semua Operating System, namun itu bukan masalah
apabila anda menjalankan FAT32 di Windows Xp karena Windows Xp tidak
peduli file sistem apa yang di gunakan pada partisi. File system FAT32
juga tidak mampu menampung single file berukuran 4gb atau lebih. Tidak
hanya itu, beberapa orang berpendapat bahwa filesistem FAT32 ini lebih
mudah terfragmentasi dibanding NTFS, jika fragmentasi meningkat, tentu
performa akan turun.
3. NTFS (New Technology File System)
NTFS
di kenalkan pertama pada Windows NT dan merupakan file system yang
sangat berbeda di banding teknologi FAT. NTFS atau New Technology File
System1, merupakan sebuah sistem berkas yang dibekalkan oleh Microsoft
dalam keluarga sistem operasi Windows NT, yang terdiri dari Windows NT
3.x (NT 3.1, NT 3.50, NT 3.51), Windows NT 4.x (NT 4.0 dengan semua
service pack), Windows NT 5.x (Windows 2000, Windows XP, dan Windows
Server 2003), serta Windows NT 6.x (Windows Vista, Windows 7). NTFS
bekerja berdasarkan prinsip BTree dan menggunakan Full Indexing. Karena
itu pula fragmentation dapat ditekan seminimal mungkin. Kemudian, setiap
file pada NTFS memiliki checksum, yang memungkinkan file tersebut
diperbaiki secara sempurna bila suatu saat NTFS tersebut bermasalah.
Kelebihan :
NTFS
menawarkan security yang jauh lebih baik , kompresi file , cluster dan
bahkan support enkripsi data. NTFS merupakan file system standar untuk
Windows Xp dan apabila anda melakukan upgrade Windows biasa anda akan di
tanyakan apakah ingin mengupgrade ke NTFS atau tetap menggunakan FAT.
NTFS juga memiliki fitur untuk menampung lebih dari satu buah ruangan
data dalam sebuah berkas. Fitur ini disebut dengan Alternate Data
Stream.
Kelemahan :
Kekurangan
NTFS yang sering dibicarakan adalah kompatibilitas terhadap software
atau operating sistem lawas seperti win 9x dan ME. Sistem operasi lama
milik microsoft ini tidak mampu membaca file system NTFS. Selain itu,
beberapa orang menilai bahwa file system NTFS ini tidak universal,
karena OS selain microsoft tidak mampu melakukan read-write pada partisi
NTFS, namun hal ini sudah terselesaikan. Ada yang berpendapat bahwa
partisi berfile sistem NTFS akan susah diperbaiki jika terjadi masalah,
Saat ini file sistem NTFS sudah cukup populer, sehingga muncul tool-tool
recovery yang mendukung recovery data dan perbaikan partisi berfile
sistem NTFS.
2.File system pada Linux
1. Second Extended (Ext2)
Second
Extended File system (Ext2) dirancang oleh Rémy Card, sebagai file
sistem yang extensible dan powerful untuk digunakan pada sistem operasi
Linux.
Latar belakang
Ext2
pertama kali dikembangkan dan diintegrasikan pada kernel Linux, dan
sekarang ini sedang dikembangkan juga penggunaannya pada sistem operasi
lainnya.
Tujuannya
adalah untuk membuat suatu file system yang powerful, yang dapat
mengimplementasikan file-file semantik dari UNIX dan mempunyai pelayanan
advance features.
Kemampuan dasar EXT2
File
system EXT2 mampu menyokong beberapa tipe file yang standar dari UNIX,
seperti regular file, directories, device special files, dan symbolic
links.
EXT2 mampu mengatur file-file system yang dibuat dalam partisi yang besar.
File system EXT2 mampu menghasilkan nama-nama file yang panjang. Maximum 255 karakter.
EXT2 memerlukan beberapa blok untuk super user (root).
2. Third Extended File System (Ext3)
EXT3
merupakan suatu journalled filesystem. Journalled filesystem didesain
untuk membantu melindungi data yang ada di dalamnya. Dengan adanya
journalled filesystem, maka kita tidak perlu lagi untuk melakukan
pengecekan ke-konsistensian data, yang akan memakan waktu sangat lama
bagi harddisk yang berkapasitas besar. EXT3 adalah suatu filesystem yang
dikembangkan untuk digunakan pada sistem operasi Linux. EXT3 merupakan
hasil perbaikan dari EXT2 ke dalam bentuk EXT2 yang lebih baik dengan
menambahkan berbagai macam keunggulan
Keunggulannya:
Availability
EXT3
tidak mendukung proses pengecekan file system, bahkan ketika system
yang belum dibersihkan mengalami “shutdown”, kecuali pada beberapa
kesalahan hardware yang sangat jarang.
Hal
seperti ini terjadi karena data ditulis atau disimpan ke dalam disk
dalam suatu cara sehingga file system-nya selalu konsisten.
Waktu
yang diperlukan untuk me-recover ext3 file system setelah system yang
belum dibersihkan dimatikan tidak tergantung dari ukuran file system
atau jumlah file; tetapi tergantung kepada ukuran “jurnal” yang
digunakan untuk memelihara konsistensi. Jurnal dengan ukuran awal
(default)
membutuhkan sekitar 1 sekon untuk recover (tergantung dari kecepatan hardware).
Integritas Data
Dengan
menggunakan file sistem ext3 kita bisa mendapatkan jaminan yang lebih
kuat mengenai integritas data dalam kasus dimana sistem yang belum
dibersihkan dimatikan (shutdown).
Kita bisa memilih tipe dan level proteksi yang diterima data.
Kita
bisa memilih untuk menjaga agar file system tetap konsisten, tetapi
tetap mengijinkan kerusakan terhadap data dalam file system dalam kasus
dimatikannya (shutdown) system yang belum dibersihkan; ini bisa
memberikan peningkatan kecepatan pada beberapa keadaan.
Secara
alternatif kita bisa memilih untuk lebih memastikan bahwa data
konsisten dengan bagian dari file system; ini berarti kita tidak akan
pernah melihat “garbage data” pada file-file yang baru ditulis ulang
setelah terjadi “crash”.
Pilihan yang aman yakni menjaga kekonsistenan data sebagai bagian dari file system adalah pilihan default.
Perbandingan EXT2 VS EXT3
Secara umum prinsip-prinsip dalam EXT2 sama dengan EXT3.
Metode pengaksesan file, keamanan data, dan penggunaan disk space antara kedua file system ini hampir sama.
Perbedaan mendasar antara kedua file system ini adalah konsep journaling file system yang digunakan pada EXT3.
Konsep journaling ini menyebabkan EXT2 dan EXT3 memiliki perbedaan dalam hal daya tahan dan pemulihan data dari kerusakan.
Konsep
journaling ini menyebabkan EXT3 jauh lebih cepat daripada EXT2 dalam
melakukan pemulihan data akibat terjadinya kerusakan.
3. Fourth Extended File System (Ext4)
Ext4
dirilis secara komplit dan stabil berawal dari kernel 2.6.28 jadi
apabila distro anda yang secara default memiliki versi kernel tersebut
atau di atas nya otomatis system anda sudah support ext4 (dengan catatan
sudah di include kedalam kernelnya). Selain itu versi e2fsprogs harus
mengunakan versi 1.41.5 atau lebih.
Apabila anda masih menggunakan fs ext3 dapat mengkonversi ke ext4 dengan beberapa langkah yang tidak terlalu rumit.
Keuntungan
yang bisa didapat dengan mengupgrade filesystem ke ext4 dibanding ext3
adalah mempunyai pengalamatan 48-bit block yang artinya dia akan
mempunyai 1EB = 1,048,576 TB ukuran maksimum filesystem dengan 16 TB
untuk maksimum file size nya, fast fsck, journal checksumming, dan
defragmentation support.
Windows
Selain
Linux, sistem operasi Windows juga mempunyai jenis file system
tersendiri sepert FAT16, FAT32, dan NTFS. Berikut merupakan penjelasan
dari masing masing sistem file yang ada pada sistem operasi Windows :
FAT16 (File Allocation Table 16)
Sistem
file FAT16 pertama kali diperkenalkan pada era MS-DOS di tahun 1981.
Sistem file yang sudah berumur 27 tahun ini, pertama kali dirancang
untuk menangani file yang terdapat pada floppy disk. Selanjutnya dengan
beberapa perbaikan, sistem file ini mampu untuk menangani file yang
terdapat pada hard disk. Keunggulan yang paling besar dari FAT16 adalah
kemampuan untuk bekerja pada banyak sistem operasi yang berbeda seperti,
Windows 95/98/Me, OS/2, Linux, dan beberapa versi dari UNIX. Sedangkan
kelemahan terbesarnya terletak pada jumlah kluster yang terbatas untuk
tiap partisinya, sehingga apabila hardisk bertambah besar maka ukuran
kluster yang ada pada hardisk juga akan bertambah besar. Pada hardisk
dengan besar partisi 2GB, setiap kluster mempunyai besar 32 kilobytes,
artinya walaupun file yang terdapat pada hardisk tersebut lebih kecil
dari 32 KB maka pada hardisk dengan FAT16 tetap akan menempati ruangan
sebesar 32 KB. FAT16 juga tidak mendukung kompresi, enkripsi dan
beberapa teknik keamanan yang lain.
FAT32 (File Allocation Table 32)
Sistem
file FAT32 pertama kali diperkenalkan saat peluncuran Windows 95
Service Pack 2. Sistem file ini merupakan pengembangan dari FAT16 dengan
perbaikan utama terletak pada peningkatan jumlah kluster untuk setiap
partisi. Dalam perjalanannya ternyata FAT32 mempunyai banyak keunggulan
lain bila dibandingkan dengan pendahulunya. Meskipun FAT32 bertujuan
untuk menutupi segala kelemahan yang terdapat pada FAT16, ternyata
timbul suatu masalah dengan kompatibilitas terhadap sistem operasi yang
lain. Bila FAT16 mampu ‘bercengkrama’ dengan banyak sistem operasi,
tidak demikian halnya dengan FAT32. Windows NT, Linux dan UNIX adalah
beberapa diantara sistem operasi yang gagal ‘dihinggapi’ oleh FAT32.
Setelah muncul Windows XP, hal ini tidak menjadi masalah lagi karena
Windows XP dapat dipasang dengan baik pada FAT32 sehingga mempermudah
melakukan komunikasi di jaringan yang menggunakan Windows XP tanpa
memperdulikan sistem file yang digunakan.
NTFS (New Technology File System)
Sistem
file NTFS diperkenalkan pertama kali saat peluncuran versi awal dari
Windows NT. Sistem file ini sangat berbeda dengan FAT. NTFS memberikan
fitur keamanan yang sangat tinggi, kompresi data yang bagus serta
enkripsi data yang susah ditembus. Sistem file ini merupakan sistem file
default saat kita pertama kali melakukan instalasi Windows XP dan jika
kita melakukan upgrade dari Windows 9x ke Windows XP maka kita akan
ditanya apakah kita juga akan mengkonversi sistem file lama kita ke
NTFS. Jika kita menolak untuk melakukan konversi juga tidak menjadi
masalah sebab Windows XP tetap akan bekerja pada sistem file FAT32 tentu
dengan fitur keamanan yang kurang. Yang perlu diingat, kita bisa dengan
mudah melakukan konversi sistem file dari FAT16 atau FAT32 ke NTFS,
tetapi sebaliknya, bila kita ingin mengkonversi balik ke FAT dari NTFS
tidak bisa dilakukan dengan mudah tanpa men-format hardisk.
Sayangnya
sistem file NTFS tidak bisa menutupi kelemahan FAT32 dalam masalah
kompatibelitas dengan sistem operasi yang lain sehingga disarankan bila
kita menggunakan 2 sistem operasi yang berbeda dalam 1 komputer maka
kita diharapkan untuk selalu menyediakan satu partisi dengan sistem file
FAT sebagai tempat menyimpan data recovery. Namun dengan fitur recovery
yang ditawarkan/termasuk di dalam sistem operasi Windows XP, saya rasa
pembuatan partisi FAT ini menjadi suatu yang mubazir.
sumber :
google.com
Langganan:
Komentar (Atom)








